sami khedira herta berlin

Pulang Kampung Ke Bundesliga, Ini Deretan Fakta Unik Sami Khedira

MuliaOnline.comSami Khedira resmi meninggalkan Juventus dan bergabung dengan klub ibu Kota Jerman, Herta Berlin. Khedira datang dengan status bebas transfer pada bursa transfer musim dingin 2020/2021.

Gelandang yang pernah menjuarai Piala Dunia 2014 bersama Jerman juga memiliki segudang prestasi. Saat di Real Madrid, dia meraih gelar La Liga, Copa del Rey, UEFA Champions League, UEFA Super Cup, dan FIFA Club World Cup.

Khedira kemudian hengkang ke Juventus pada 2015. Di Italia, Khedira bukan tanpa prestasi. Ia mencicipi gelar Serie A selama lima tahun berturut-turut.

Petualangannya di klub besar Eropa, menjadi modal penting untuk membantu Herta Berlin menghindari zona degradasi di Bundesliga.

Berikut 10 fakta menarik mengenai Sami Khedira yang memilih untuk pulang ke Bundesliga pada musim 2020/2021 ini.

Awal yang sederhana

Sami Khedira dibesarkan di kota kecil yang terletak di utara Stuttgart, barat daya Jerman. Ibunya memiliki darah Jerman sedangkan ayahnya merupakan keturunan Tunisia. Khedira memiliki saudara laki-laki, Rani Khedira, juga merupakan pemain profesional dan saat ini bermain untuk Augsburg.

Khedira mengawali karirnya dengan bergabung bersama akademi muda VfB Stuttgart, saat berusia delapan tahun.

Ia membuat keputusan besar saat usianya menginjak 16 tahun untuk meninggalkan sekolah dan melanjutkan keinginannya menjadi pesepakbola. Keputusan besar itu mengubah hidupnya, Khedira berhasil dipromosikan ke tim cadangan Stuttgart U-19.

Terobosan Stuttgart

Sebelum bergabung dengan Stuttgart, ia mengambil langkah untuk bermain dengan klub lokal TV Oeffingen. Setelah itu Khedira berhasil menembus tim utama Stuttgart di awal musim 2006/07. Tak butuh waktu yang lama, Khedira langsung melakukan debutnya pada 1 Oktober 2006.

Empat minggu setelahnya, Khedira mampu membukukan namanya di papan skor dengan dua gol dalam kemenangan 3-0 atas Schalke 04.

Khedira mengakhiri musim pertamanya dengan membantu Stuttgart merebut gelar Bundesliga pertama dalam 15 tahun. Ia pun turut menyumbangkan gol pada kemenangan 2-1 atas Energie Cottbus.

Gaya Bermain

Dengan postur 189 cm, Khedira memiliki keunggulan dalam duel udara. Ia juga memiliki fisik yang prima sehingga ditakuti di area tengah. Pemain yang cepat dan mampu mengamati permainan dengan baik.

Joachim Low, pelatih Jerman, mengatakan bahwa Khedira merupakan sosok berpengaruh saat Jerman mampu menjuarai Piala Dunia 2014. Khedira juga dapat dibandingkan dengan pemain Prancis, Paul Pogba, karena mereka memiliki kualitas yang sama baiknya.

Debut bersama Jerman

Khedira dipanggil Timnas Jerman U-21 pada tahun 2007. Dua tahun kemudian Khedira mengenakan ban kapten dan memimpin tim Jerman yang berisikan Manuel Neuer, Mats Hummel, Jerome Boateng dan Mesut Ozil. Khedira mampu membawa tim Jerman U-21 menjuarai UEFA European Under-21 Championship setelah melibat Inggris dengan skor telak 4-0.

Keberhasilan Khedira di Jerman U-21 membuat Joachim Low tertarik untuk dapat bekerja sama. Debut seniornya dilakukan pada 5 September 2009. Khedira dibawa Low ke Afrika Selatan untuk Piala Dunia 2010.

Big Moves?

Karirnya yang mulus di Jerman mendatangkan keburuntungan buat Khedira. Real Madrid tertarik dengan Khedira dan memboyongnya pada 30 Juli 2010. Bersama Real Madrid ia meraih satu gelar La Liga dan membantu merebut gelar Liga Champions yang kesepuluh untuk Real Madrid.

1 Juli 2015, Khedira menentukan langkah untuk pindah ke Juventus. Bermain di Italia bersama Juventus, Khedira juga melakukan hal spektakuler. Gelandang tengah jerman itu mampu meraih Scudetto lima kali berturut-turut.

Khedira juga mengangkat trofi Coppa Italia, dan meraih gelar Supercoppa Italia.

Pemenang Piala Dunia

Kesuksesan Khedira sebagai gelandang tengah, dibuktikan setelah dia menjadi pemain kunci saat Jerman juara Piala Dunia 2014. Sebelum ke final, Khedira dan seisi skuad Jerman, mencetak sejarah menyakitkan untuk Brasil. Jerman saat itu berhasil melibas Brasil dengan skor 7-1.

Dua tahun setelah berhasil juara Piala Dunia, Khedira juga membantu mengantarkan Jerman ke semifinal Euro 2016.

Khedira memakai ban kapten Jerman secara teratur saat Piala Dunia 2018, meskipun saat itu Jerman harus menelan kekalahan 2-0 dari Korea Selatan dan tersingkir di babak penyisihan grup. Saat itu, Korea Selatan dilatih Shin Tae-yong yang kini melatih Timnas Indonesia.

Aksi Sosial

Karir internasional Khedira dipenuhi dengan kemuliaan dan kegembiraan. Khedira sempat membelikan 1.200 tiket untuk anak-anak kurang beruntung agar dapat menonton pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018. Saat itu Jerman bertemu Norwegia dan pertandingan berlangsung di kota kelahirannya, Stuttgart.

Khedira juga turut terlibat dengan organisasi amal yang berasal dari kota Oeffingen dan Fellback. Ia juga mendirikan ‘Yayasan Sami Khedira’ pada tahun 2014 untuk membantu anak-anak yang kurang beruntung secara sosial.

Order of Merit?

Kombinasi prestasi Khedira selama di dalam lapangan dan di luar lapangan, membuatnya mendapatkan ‘Order of Merit’ dari negara bagian asalnya, Baden-Wurttemberg.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi Khedira di bidang olahraga dan aksi sosial. Khedira menerima penghargaan tersebut pada Juli 2016.

Pada tahun 2019, Khedira dipilih oleh kanselir Jerman, Angela Merkel, sebagai juri yang berhak memilih proyek untuk diberi penghargaan atas dedikasi kerja mereka di dalam masyarakat Jerman.

Hattrick pertama dan satu-satunya

Mencetak gol memang bukan spesialisasi dari Khedira. Namun, bukan berarti Khedira tidak dapat mencetak gol. Ia telah mencetak 16 gol untuk Stuttgart, sembilan gol bagi Real Madrid, dan tujuh untuk Jerman. Periode paling produktif ditunjukkan Khedira di Italia dengan total 21 gol dalam 145 laga bersama Juventus.

Sejak debutnya bersama Stuttgart, Khedira belum sama sekali mencetak hattrick. Hingga akhirnya saat menjamu Udinese, 22 Oktober 2017 lalu. Khedira berhasil mencetak hattrick pertamanya dan kemenangan itu membantu Juventus meraih Scudetto pada 2017.

Pulang ke Jerman bersama Herta Berlin

Arne Friedrich berhasil memulangkan Sami Khedira ke Jerman. Herta Berlin mengangkat Arne sebagai direktur olahraga pada 2021. Arne pun langsung menelepon Sami Khedira setelah ditunjuk menjadi direktur olahraga agar membantunya menghindari Herta Berlin dari zona degradasi.

Khedira juga tidak perlu berpikir dua kali untuk membantu seorang teman lamanya dan kembali ke Jerman. Di Herta Berlin Khedira akan memakai nomor punggung 28, nomor itu sama ketika ia mengawali karirnya di Stuttgart.

QQ-Banner

About CS

Check Also

manchester city tak terkalahkan

Hantam Swansea, Manchester City Ukir Rekor Langka

MuliaOnline.com – Kemenangan penting berhasil diraih Manchester City saat bertemu Swansea City di ajang FA …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *