kriris finansial inter milan

Keuangan Inter Milan Ambruk, Kambing Hitamkan Antonio Conte

MuliaOnline.comInter Milan dilaporkan butuh dana dalam jumlah besar untuk mengatasi krisis finansial yang terjadi. Namun, jalan yang akan ditempuh Inter Milan untuk mendapat investasi tidak bakal mudah.

Gonjang ganjing masalah finansial di Inter mencuat sejak awal tahun 2021 ini. Kabarnya, Nerazzurri tidak lagi mendapat kucuran dana dalam jumlah besar dari Suning Grup.

Krisis finansial yang melanda Inter Milan bermula dari pandemi COVI-19. Suning Grup kesulitan mengucurkan dana. Apalagi, Cina melarang perusahaan dalam negeri untuk melakukan investasi besar di luar negeri.

Gagal Mendapatkan Dana

Kasus finansial Inter mulai mencuat ketika kabar kegagalan membayar cicilan Achraf Hakimi mencuat. Inter membeli Hakimi pada awal musim lalu dengan harga 40 juta euro dan dibayar secara bertahan.

Dikutip dari Financial Times, kini Inter Milan butuh suntikan dana besar. Inter Milan harus mendapatkan dana dalam jumlah 146 juta euro [sekitar Rp2.4 triliun] untuk bisa terhindar dari krisis finansial.

Nerazzurri awalnya menggandeng BC Partners untuk mendapatkan investasi. Bahkan, rencana untuk melepas saham mulai dibahas dengan serius. Namun, rencana ini tidak menemukan titik temu.

Inter menerka saham mereka bisa dijual dengan harga 785 juta euro. Sedangkan, BC Partners menilai harga jual Inter hanya mendekati 650 juta euro. Kedua pihak tidak sepakat dan mungkin tidak melanjutkan kerja sama.

Gara-gara Conte?

Suning Grup dalam posisi yang sulit. Mereka dikabarkan tidak sedang dalam kondisi finansial yang bagus. Pandemi COVID-19 membuat Suning Grup kehilangan banyak potensi pemasukan.

Di sisi lain, kebijakan transfer yang dilakukan Inter pada era Antonio Conte mulai digugat. Inter disebut terlalu banyak memberi dana kepada Conte untuk membeli pemain baru.

Conte membeli pemain mahal seperti Achraf Hakimi, Romelu Lukaku, dan Nico Barella. Lalu, ada nama Stefano Sensi dan Valentino Lazaro yang gagal tampil sesuai ekspektasi.

Selain itu, Inter juga membawa pemain dengan beban gaji tinggi seperti Christian Eriksen, Alexis Sanchez, Ashley Young, Aleksandar Kolarov, dan Arturo Vidal.

Penjualan yang Buruk

Inter Milan sebenarnya berupaya untuk mendapatkan keseimbangan finansial dengan menjual pemain bintang. Namun, transfer Mauro Icardi dan Gabriel Barbosa belum cukup untuk bisa menutup pengeluaran Inter.

Kegagalan Inter Milan lolos ke babak 16 Besar Liga Champions juga membuat potensi pemasukan klub berkurang. Situasi ini bisa membuat Inter berada dalam situasi yang pelik.

QQ-Banner

About CS

Check Also

manchester city tak terkalahkan

Hantam Swansea, Manchester City Ukir Rekor Langka

MuliaOnline.com – Kemenangan penting berhasil diraih Manchester City saat bertemu Swansea City di ajang FA …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *